Tuesday, October 31, 2006
Is that me...? Not sure.. But the reflection in that mirror does look like me.. somehow.. in a very different way.. in a very different shape.. in a very different emotion..
Why do things happend so fast..? so mean..? so sad..? Why can't i stand still...?
I said to myself that i closed my book... but have i really closed my book...?
Have i turned into someone else.. who's ready to step again...? do i have to be someone else...? This is me.. keep falling..
Friday, October 27, 2006
Sosok & Bayangan itu
Mungkin ini adalah sesuatu yang saya dpt sejak lahir.. terlalu banyak mempertanyakan mengenai kehidupan.. but life's not that simple, isn't it..?
I'm craving for that picture.. me and him... drinking coffe in the afternoon.. talking bout how magnificent life is.. complicated.. cruel.. chaos.. yet still beautiful.. Me with my silly toughts asking "What do you think bout the X story..?" or "How come...?" and he might just looking at me.. smiling.. and giving me all of the answer.. maybe just a silly answer.. then i'm laughing.. but it's more than enough.. i just need you to sit next to me.. telling me that everything's gonna be okay...
I miss you so much... i wish you could be here right now... hold my hand..
Eyang Abdullah Barabah
I wish i could turn back time.. 13 years ago.. while u were still here.. Saya tidak butuh jawaban.. saya hanya butuh sosok & bayangan itu...
Thursday, October 26, 2006
Tertawaku.. Tangisku..
Dear Diary,
ok... now i'm pretending that i'm writing to my diary.. all the little girl's besfriend.. a place to scream about things without being heard...
Humm... i'm here.. in the middle of the day.. in front of my fear.. next to my failure..
Sumtimes it's hard for me to understand.. mengapa dunia harus berputar..? mengapa nada harus berubah..? mengapa air harus mengalir...?
Aramaya.. a girl with so many love.. who had sum1 that she loved (loves actually.. that bastard stays in my mind like forever.. hehe..).. hey... is he a bastard...? some people say yes.. but for me..? it's just a matter of time..
Aramaya... a girl with so many dreams.. end up with a questionable job.. well.. it's just a matter of time..
Aku... Aramaya... duduk dihadapan ketakutanku... ditemani kegagalan disisiku...
Betapa tawaku telah berganti musim menjadi tangisku..
Betapa cintaku telah berganti musim menjadi haruku..
Betapa bahagiaku telah berganti musim menjadi senduku..
Mengapa dunia harus berputar..? Mengapa Nada harus berubah..? mengapa air harus mengalir...?
Dapatkah kamu menjawab itu...? atau memang hanya sebagai 'tong sampah' saja fungsimu...?
(sigh) Aku hanya berharap semua benar adanya... kutunggu sampai aku ada di atas lagi..
Dimana tangisku telah berganti musim menjadi tawaku..
Dimana haruku telah berganti musim menjadi cintaku...
Dimana senduku telah berganti musim menjadi bahagiaku...
Dan akan kuhentikan waktu... dunia tak lagi berputar.. nada tak lagi berubah.. dan air tak lagi mengalir...
Monday, October 23, 2006
judging people.. is that ur thing..?
Bisa dibilang saya termasuk org yang agak 'nyeleneh'.. maksudnya.. saya suka mengkhayal, dan akhirnya melontarkan pertanyaan aneh yang terkadang bikin org2 nggak habis pikir & menganggap saya nggak ada kerjaan lain selain bengong (hehe.. guilty..). Sebagai contoh.. bisa tiba2 saya mengeluarkan pertanyaan "lo lebih milih mana, cewek/cowok (tergantung jenis kelamin yg saya tanya tentunya..) sempurna secara fisik tapi bauuuu sekali, atau jelek sekali secara fisik tapi wanginya enaaakk sekali?" hahaha... mungkin anda bisa menilai saya rada 'gak jelas' ya.. but surprisingly.. jawaban yg saya dpt antara pemepuan & laki2 pasti berbeda.. perempuan cenderung lebih memilih yg wangi, kalau laki2 cenderung lebih milih yg cantik.. coincidence? ha-ha.. not judging..
Untill one day... saya nggak tau dapet ilham dari mana.. tiba2 dibenak saya ada satu pertanyaan begini : "Let say that u've been lovers with sum1 for 10 years, yg pasti kamu udah cinta bgt sama dia & memutuskan utk menikah.. Waktu H-7 tiba2 pasangan kamu mengeluh gatal2 diseluruh tubuh, kamu berinisiatif utk ngasih bedak herocin ke dia.. Waktu H-5 tiba2 dia kebingungan krn bukan cuman gatalnya tdk hilang, tapi tiba2 muncul 2 benjolan aneh ditangannya, dan kamu berinisiatif utk ngasih dia obat tertentu.. Pada saat H-3 tiba2 dia dtg ke kamu sambil menangis, krn dalam semalam seluruh tubuhnya ditumbuhi benjolan aneh dari ujung rambut sampai ujung kaki (besar2 sekali & amat rapat), setelah dibawa ke dokter, ternyata itu merupakan penyakit langka yg tidak dpt disembunyikan, menular, & menurun.. Setelah keluar dari ruangan dokter, pasangan anda bertanya kepada anda "will u still marry me..?" What would u say..?? Honestly..!!!
Everytime i ask sum1 bout this.. they always start with laughing.. dan baru hening pada saat saya bilang "seriously.. answer my question.." to be honest.. 70% dari org yg saya tanya berpendapat bahwa mereka lebih memilih utk tdk menikah.. 20% memutuskan utk tetap menikah (saya AMAT SANGAT tdk menduga teman saya yg notabene orgnya "seneng liat cewek" dengan serius & spontan bisa menjawab ini..), dan 10% memilih utk tdk menjawab & tetap tertawa..
What's my point exactly..? sama sekali tdk ada..!! sampai suatu saat saya melontarkan pertanyaan ini keseorang teman let say namanya Eric.. dia benar2 tdk mau menjawab sebelum saya memberikan alasan kenapa pertanyaan ini muncul & apa artinya.. And i said "What..? don't u know me like at all..? i'm just a crazy girl, who tend to say or ask sumthing nonsense.. there's no particular reason why i asked that..!!" dia melihat saya (sambil berfikir sih kayaknya) cukup lama krn saya hampir saja ngeloyor pergi saking lamanya, dan akhirnya menjawab "I'm not gonna marry her..".. THAT'S IT..?? saya pikir dia berfikir & curiga ke saya sampai seperti itu krn dia punya jawab yg LUAR BIASA.. ternyata..? memang jawabannya hanya antara "ya", "tdk", atau seperti yg 10% "tdk menjawab sambil tertawa" kan...? Geeee....
Terlahir menjadi org yg amat mau tau (my bad..), jelas saya tanya ke eric kenapa dia butuh waktu selama itu utk menjawab.. jawabannya simple "i don't want u to judge me.." heeehh...??? "who the hell am i to judge you..??" saya berusaha mematahkan opininya yg menyatakan bahwa terkadang org bertanya pasti punya maksud utk men-judge.. really..?? coz i don't think so..
Tapi kalau saya bisa flash back lagi.. setiap saya melontarkan pertanyaan ini.. mayoritas org yg menjawab "i'm not gonna marry her/ him!" selalu memberikan alasan kenapa mereka tdk mau menikahi org tersebut.. Padahal saya tdk menanyakan alasan itu bukan..? Kata Eric (yg merasa bahwa dia adalah org paling bisa memecahkan misteri hidup di dunia.. whatever..), org yg menjawab 'tdk' itu memberikan alasan 'kenapa', coz they want me to see that they're not that shallow.. Lhoooo..... Siapa yg bilang mereka Shallow dengan mereka menjawab 'tdk'..? justru menurut saya nggak jelek sama sekali.. mereka bisa berfikir logis & tdk melulu didasari emosi.. Terus dia berusaha mebalikan pemikiran saya "berarti yg hanya berfikir dgn emosi itu jelek dong..?" WHAAAATTTT....???
Padahal menurut saya... semua kemungkinan itu pasti ada kan..? bisa jadi yg menjawab 'tdk' itu nantinya ternyata pasangan sehidup semati yg ideal.. atau yg tadinya menjawab 'ya' ternyata bukan pasangan hidup yg ideal nantinya... ataupun... sebaliknya..
Ok.. kalau saya ceritain semua perdebatan saya dgn Eric.. terlalu panjang.. akan saya tulis di blog pribadi saja (segera setelah saya sembuh dari penyakit 'buta teknologi' & bisa bikin blog sendiri.. hehe..)..
To sum up.. I have noo idea (coz i'm not a psychic).. wether he was right or wrong.. let say that he was right.. (bahwa org yg saya tanya & memutuskan utk menjawab tdk memberikan alasan agar tdk di-jugde.. & sebaliknya..).. Why do people affraid to be judged about their opinion..? setiap org bebas bukan utk berfikir lebih berat dengan emosi ataupun logika..? Lagipula... apa hebatnya sih judgment seseorang atas diri kita..? kalau balik ke saya... selama dia nggak ngasih makan & nggak punya pengaruh apapun dalam hidup saya.. terserah lah mau men-judge saya apa...
Mungkin ada kenikmatan tersendiri dari men-judge org...? not gonna lie to you.. saya pernah men-judge org.. dan.. seru juga.. hehe... but since 'judging people' is not my 'thing'.. i'm not affraid to be judged.. kita hidup di negara bebas nihh... for you who have it (judging people) as ur 'thing'... i would loooveeee to have a chit-chat with you... maybe i could learn something.. learn how to judge people in a better way.. ha-ha..!!
No offense for everybody... just write for my pleasure.. coz i'm not here to judge.. =)
Sosok Lain Seorang ARAMAYA
Pernah merasa bahwa kehidupan (semua faktor yang ada) sedang ada dalam level terendah..? i bet u have..
Saya punya seorang teman.. let say namanya Aramaya.. bisa dibilang cukup dekat.. 2 hal yang saya lihat dari dia adalah gayanya yg sederhana & apa adanya.. Plus senyum & tertawanya.. she's not pretty.. but she's very confident bout herself.. dan saya rasa itu yg paling penting kan..?
Ciri khas yg paling melekat dari dia adalah betapa seringnya dia tertawa & tersenyum.. Saya selalu merasa dia org yg nggak punya beban hidup.. kalaupun BT hanya utk dalam hitungan menit.. dan tiba2 dia bisa ketawa ngakak lagi.. sometimes i think "Gee... what's on her mind..? has she got no feelings like at all..?" hehehe... kesannya sirik ya jadinya.. Pernah suatu saat ada seorang teman (teman saya yg lain tentunya) melontarkan joke ke Aramaya.. yang saya rasa.. a lil bit harsh.. well.. if i were her.. i might stop laughing for a while.. but surprisingly.. dia masih juga tertawa & justru ikut mentertawakan dirinya sendiri.. See how crazy is she..? karena hal ini juga kadang saya melihat laki2 juga jadi sedikit 'tanpa batas' kalau berhadapan dengan dia.. yah.. memang sih we're friends and it's all just 'sumthin to laugh at'.. but hey.. still we're women rite..?! yah.. mungkin ini bedanya saya dengan dia..
Ada lagi yg menarik dari dia... u can talk to her bout ur problems.. and u'll get a very wise advice.. or just a comment sumtimes.. depends on what u want.. Terkadang saya juga bingung... where the hell did those sentences come from..? i know it came from her mouth.. but how on earth...? yah.. ngerti kan maksud saya..?!
Nah.. kemarin malam.. atau mungkin malam beberapa hari yang lalu.. I ran into her.. For God sake.. she looked totally different.. not a good different.. yah.. dia terlihat moderen & masa kini sekali sih.. semua perubahan itu cocok di dia.. mungkin org yg baru mengenal dia nggak akan complain.. But for me... sum1 who's been friend with her for years.. i like the real her more than anything.. Dan ada juga perubahan yang lain.. dia tdk se'PD' yg dulu.. i still saw her laughed & smiled.. but somehow i felt that it wasn't her..
Akhirnya kami berdua punya waktu untuk ngobrol berdua.. nothing's change in her.. still can talk about anything.. but then.. she cried.. jelas saya kaget.. tapi yg pasti reaksi saya yg pertama ya memeluk dia.. gave her time to cry.. setelah capek nangis.. she talked about everything that has happened in her life.. it shocked me.. sooo bad... saya sama sekali nggak menyangka kalau dibalik sosok Aramaya yg saya tau notabene adalah orang tanpa masalah hidup & tertawa adalah modal hidupnya dia, ternyata mengantongi 1001 masalah hidup yang pretty complicated.. Saya nggak mungkin cerita masalah dia apa.. but the point is.. her tools in life (family, friends, career,& lovelife) runtuh satu persatu, dan sekarang dia dalam keadaan has no tools at all.. Jelas dia sedang mengalami stress tingkat tinggi.. Saya tanya ke dia "how do you handle this?" untuk menjawab pertanyaan itu saja dia butuh sekitar 15 menit utk berfikir.. (ok.. kita ganti paragraf aja ya..)
Ternyata semua "Tawa & Senyum" dia selama ini belum tentu dari hati.. aneh ya..? she said that she might laughing or smiling outside, but she's crying in the inside.. she might giving u great advice, but when it comes to herself, she's totally clueless.. Sampai akhirnya dia ada pada titik puncak dimana dia sama sekali nggak tau harus berbuat apa atas semua masalahnya.. she was totally lost (in a real way).. Akhirnya dia mencoba 'nyontek' cara teman wanitanya utk sembuh dari patah hati.. memang kurang cocok.. krn masalah yg ada di Aramaya bukan hanya masalah love life.. but she thought "eehh... worth a shot..!!" she went to the salon (change her hair).. and bought a pair of softlense.. basically.. she was trying to be someone else.. someone who's not her.. to make herself different.. terkabul sih.. dia berubah sekali.. some people said "nice hair.."
Euphoria sesaat terjadi.. kebanggaan 'jadi org lain' mulai mengalir di dirinya.. Tapi ternyata hanya bertahan beberapa hari.. 3-4 hari.. untill one night.. she looked at herself in the mirror as she was brushing her teeth.. she suddenly cried... she didn't see the reflection of herself there.. and what made her cried even harder is when she realized that she'd been acting crazy this whole time.. trying to be someone else hope that the problems would go away just like that.. coz all of them still there.. she could still feel the pain.. nothings change except her appearence.. She started to feel disgust with herself...
Pheww... bisa bayangin ya kalau mungkin kamu yang ada diposisi saya.. nggak tau mau ngomong apa.. saya cuman bisa tanya "what will u do next?" and she said.. "i'll be back to who i was.. fix everything one by one.." saya tanya lagi "will u still laughing and smilling all the time like u used to..?" and she said "that's the only medicine that i've got.." dan saya hanya bisa tersenyum ...
Weird.. isn't it...?! krn ternyata saya sama sekali tdk mengenal Aramaya yg sesuangguhnya.. bahwa selama ini yg dia 'suguhkan' adalah seorang Aramaya yg ceria & lincah.. dan pada saat 'euphoria perubahan diri' terjadi, yang dia 'suguhkan' adalah seorang Aramaya yg moderen & chick.. Padahal... No one knows what's in the inside..
Mungkin cara setiap org dalam mengahdapi masalah lain2.. dan dalam hal ini Aramaya lebih memilih metode 'topeng'.. Mungkin memang bener ya lagu nike ardila jaman dulu bgt ('Panggung Sandiwara').. we're wearing our own mask.. we're playing our own role..
Yeah.. well.. shit happens.. i might use my own mask when i'm facing my own big major problem.. but will it help...? hummm.. we'll see... but i bet u guys have ur own mask..
Tante Mae & Kesombonganku
Sore kemarin saya habiskan dengan tante Mae (baca:Mey), salah satu tante dari banyak tante-tante saya. Jujur saja, awalnya saya malas sekali bertemu dengan tante Mae.. humm.. mungkin saya harus cerita dulu sedikit banyak tentang tante Mae yang membuat saya merasa begitu..
She’s been Married with om Raka for 23 years.. dari dulu saya selalu melihat mereka sebagai pasangan yang paling serasi, I mean.. they showed other people their feelings for each other.. until 3 years ago, she caught her husband cheated on her.. semenjak saat itu yang saya dengar rumah tangga mereka cukup ‘panas’.. tapi karena saya merasa itu bukan urusan saya, jadi sayapun tdk berpikiran utk ingin tau lebih jauh. Banyak pihak keluarga (termasuk saya) yang menyayangkan sekali sikapnya.. she couldn’t pull herself together, she acted out of control.. such as.. meneror perempuan itu just so she could say the B**CH word.. cakar2an when they accidentally bumped into each other di PS (for reall… I was there, and all I wanted to do was pretend that I didn’t know them.. hehe).. well.. those kind of thing.. Oh ya.. intinya kenapa saya malas bertemu? Di setiap situasi dan suasana.. all that she can talk about is om Raka.. how he betrayed her.. gimana selama ini dia sudah berusaha memberi yang terbaik.. dan sebagainya.. Yahh.. ngerti sih.. kalau org sedih pasti butuh cerita.. but then again.. kalau melakukan hal yang sama selama 3 tahun…? Saya rasa anda juga pasti sedikit malas utk meladeni bukan..?
Ok.. back to the topic.. actually.. sore itu tante Mae terlihat berbeda sekali.. dia cantik.. bukan cantik seperti ‚cetakan’ orang selama ini ya.. dia terlihat lebih kurus.. rambutnya dipotong pendek dan tertata rapi.. tetapi disamping itu semua, yang paling menakjubkan untuk saya adalah sorot matanya yang teduh & tenang.. dia seperti menjadi orang baru..
Pembicaraan pun mengalir cepat.. and wow.. she’s changed.. menyenangkan ngobrol dengan dia.. ternyata masalah dg nom Raka masih ada pada titik yang sama.. but she decided to change.. well.. good for her.. kita membicarakan banyak hal.. dari makanan, sampai bisnis butik yang sedang ia jalankan.. Sampai akhirnya dia menanyakan mengenai pasangan saya..
“Gimana pacarmu?“
"Haha... ngaco ah tante.. belum ada kok..“
"kenapa belum ada..?“
"Ya belum ada yang cocok aja.. milih cowok kan nggak kayak milih kacang tan..”
"hahaha.. takut salah pilih toh.. ah.. kan masih muda.. salah pilih itu biasa.. belum ada yang cocoknya gimana sih?”
"Yah.. gitu deh tante.. yang penting kan aku tau aku bisa bahagia sama dia.. siapapun itu nantinya.. & itu yang belum aku dapetin.“
"bahagia? Ooh...“
Oke.. sayapun mengakui sedikit banyak kesombongan saya dalam hal ini.. saya sedikit too picky.. karena menurut saya, dengan siapapun saya nanti baik pacar.. apalagi suami (yang jelas telah memenuhi criteria saya secara prinsip), saya harus yakin bahwa saya bisa berbahagia dengan pasangan saya tersebut.. dalam keadaan apapun itu..
Tante Mae terdiam cukup lama.. akhirnya keluar juga sesuatu dari mulutnya.. sedikit tertahan karena emosi yang tdk jelas, namun tetap dipaksakan “Kalau mau ngomongin tentang bahagia.. I was soooo happy and in love before I knew bout ur uncle’s affair.. Om-mu itu orangnya romantis.. perhatian.. nggak malu utk nyium atau meluk tante di tempat umum.. pokoknya dari kita pacaran dulu, tante selalu tau, kalo dia jodoh tante…” Wah.. ini masuk ke topik yang saya bingung harus bersikap apa.. Wajah tante Mae memperlihatkan mimik yang saya tdk tau bagaimana harus mengartikannya.. sumpah saya bingung sekali.. sampai akhirnya saya memutuskan untuk menjadi pendengar yang baik saja..
Anehnya.. Tidak ada kata-kata lagi yang keluar dari Tante mae.. dia memegang tangan saya cukup erat & menundukkan wajahnya.. cukup lama... pada saat kepalanya mulai ditegakkan kembali, saya melihat sisa air mata & sorot kesedihan yang amat mendalam di matanya.. tante Mae hanya mengucapkan sesuatu secara pelan & perlahan.. "Nak.. tante yakin kamu sudah bisa matang dalam hal memilih pasangan.. tapi kamu harus ingat.. bahagia itu bukan segalanya.. ada satu ketentuan yang harus kamu penuhi.. pada saat kamu meyakinkan dirimu sendiri kalau kamu siap berpasangan dengan seseorang.. kamu juga harus siap untuk kehilangan dia.. dalam bentuk apapun itu.. Ingat.. bahagia bukan segalanya..“
Lucu atau tidak saya tidak tau.. Tapi yang pasti selama di taxi dalam perjalanan pulang, saya tidak dapat menghilangkan senyum dari wajah saya.. tapi hati sayapun tidak bahagia.. akhirnya saya benar2 membuka mata saya.. kesombongan saya semata selama ini ternyata tidak lebih baik dari apapun.. dan seorang Tante mae.. org terakhir di dunia ini yang saya kira bakalan memberi inspirasi untuk hidup saya, bisa mengeluarkan suatu pernyataan yang membuat saya merasa bahwa ‘teori2 hidup’ saya selama ini kembali mentah.. dimana saya selalu memikirkan kebahagiaan saya & pasangan (pada saat saya punya pasangan), atau kebahagian saya dan calon pasangan… tapi saya benar2 melupakan sesuatu.. bahwa pasangan juga merupakan titipan.. yang bisa diambil dari sisi saya kapanpun.. dan dalam bentuk apapun…
Thanks Tante mae.. u’re one of my inspiration now...
Lepaskan Saya Ya...?
“Lepaskan saya ya din…?”
“Hah..? kenapa kamu tiba2 ngomong begitu..?”
"Memang kamu tidak pernah befikir saya akan bicara begini suatu saat nanti..?“
"Tapi... kenapa..?“
"Bukan saya yang ada dihati kamu kan..? Saya tau kok..“
"Saya sayang banget May sama kamu..“
“Tapi bukan saya yang terbaik buat kamu.. saya yakin kamu juga tau akan hal itu..”
“Saya nggak tau harus bicara apa..”
“Kenapa memangnya..? kok sampe bingung segala…?“
"Saya bingung..“
"Nggak perlu bingung din.. kita sama2 tau kalau dia yang terbaik buat kamu.. lagipula.. 5 tahun itu kan bukan waktu yang sebentar.. dia pasti sudah jauh lebih mengenal kamu dibanding saya...“
"Tapi... saya sayang sama kamu may...“
“Kamu juga sayang sama dia kan din…?”
"........“
Angin mulai meronta-ronta dihati dan perutku.. kencang sekali.. sakit…
“Apa bener ini mau kamu may..?”
"Iya.. lagipula.. kalaupun bukan atas kemauan saya, keadaanpun suatu saat akan memaksa saya untuk mengingnkan hal ini..“
"Tapi saya nggak mau menyakiti hati kamu..“
“hehehe…. Dino… saya nggak pa-pa.. bener… saya tau apa yang saya lakukan.. dan saya tau saya akan baik2 saja.. percaya deh sama saya.. saya juga yakin kamu akan baik2 saja..”
“Kata siapa..? kenapa kamu bisa bicara begitu.. kalo saya tdk baik2 saja gimana..?“
“Saya selalu percaya sama kekuatan kamu.. pada saat saya hanya kuat untuk duduk, saya yakin kamu akan kuat untuk berdiri.. dan sekarang.. pada saat saya kuat untuk berdiri, saya yakin kamu akan kuat untuk berjalan..”
“Kenapa kamu masih bisa setenang ini sih?? Apa kamu nggak ngerasain apa2 may..?“
Air mata pertama mulai menetes, rupanya sudah tidak ada ruang baginya untuk bersantai didalam mataku.. tembok2pun mulai menghimpit..
“Buat apa terlalu dirasakan din.. nantinya hanya akan merugikan saya sendiri..“
"Apa tdk bisa kita jalani pelan2 may..?“
“Apa ada yang bisa kamu berikan untuk saya..? sya rasa tdk din...“
".......“
Tetes air mata berikutnya ikut bangun dari tempatnya bersantai.. tembok ini... kenapa semakin sempit...? aku susah bernafas...
"Apa saya bener2 nggak bisa menghubungi kamu sama sekali may..?“
"..........“
"Tapi kamu yakin kamu gpp may...? saya nggak mau kamu kenapa2...“
"Hahahahaha... dinoo... sudah deh... jangan mulai aneh... i can take care of myself... lagian masa gara2 begini saya jadi berantakan… sudah.. saya gpp kok…”
“Saya sama sekali nggak ngerti kenapa kamu tiba2 begini..”
"Tdk ada yang perlu dimenegrti din.. semua hanya perlu dijalani..“
"Bener ini mau kamu may...? saya kerumah kamu sekarang deh ya... kita bicarain ini disana...“
"Nggak perlu din... ini mau saya...“
".......“
"Ya sudah deh.. kamu mandi gih sana.. kan kotor baru pulang kantor...“
".........“
"Din... ayo mandi.. habis itu jangan lupa makan.....“
"........“
"Din....“
"Kamu yakin kamu baik2 aja.. & akan tetep baik2 aja...?“
"hihihi... saya baik2 aja.. & akan tetap baik2 aja kok din...“
"Saya sayang kamu may...“
"................ dah dino...“
Klik.... kuletakkan telpon dibawah.. seketika air mata ini beramai2 keluar dari singgasananya... kutangisi bayang2 yang sesungguhnya tidak pernah kumiliki... kugenggam sesuatu yang sesungguhnya tidak berwujud... kucari sesuatu yang sesungguhnya tidak ada... Saya tau tidak akan mungkin ada jawabannya... tapi.... kenapa...?
I may seem alright.. and smile when you leave..
But my smiles are just a front.. just a front..
I play it off but I’m dreamin of you…
I’ll keep my cool but I’m feindin’..
I try to say goodbye and I choked..
Try to walk away and I stumble..
Though I try to hide and it’s clear..
My world crumbles when u r not near..
(I Try – Macy Gray)
“Hah..? kenapa kamu tiba2 ngomong begitu..?”
"Memang kamu tidak pernah befikir saya akan bicara begini suatu saat nanti..?“
"Tapi... kenapa..?“
"Bukan saya yang ada dihati kamu kan..? Saya tau kok..“
"Saya sayang banget May sama kamu..“
“Tapi bukan saya yang terbaik buat kamu.. saya yakin kamu juga tau akan hal itu..”
“Saya nggak tau harus bicara apa..”
“Kenapa memangnya..? kok sampe bingung segala…?“
"Saya bingung..“
"Nggak perlu bingung din.. kita sama2 tau kalau dia yang terbaik buat kamu.. lagipula.. 5 tahun itu kan bukan waktu yang sebentar.. dia pasti sudah jauh lebih mengenal kamu dibanding saya...“
"Tapi... saya sayang sama kamu may...“
“Kamu juga sayang sama dia kan din…?”
"........“
Angin mulai meronta-ronta dihati dan perutku.. kencang sekali.. sakit…
“Apa bener ini mau kamu may..?”
"Iya.. lagipula.. kalaupun bukan atas kemauan saya, keadaanpun suatu saat akan memaksa saya untuk mengingnkan hal ini..“
"Tapi saya nggak mau menyakiti hati kamu..“
“hehehe…. Dino… saya nggak pa-pa.. bener… saya tau apa yang saya lakukan.. dan saya tau saya akan baik2 saja.. percaya deh sama saya.. saya juga yakin kamu akan baik2 saja..”
“Kata siapa..? kenapa kamu bisa bicara begitu.. kalo saya tdk baik2 saja gimana..?“
“Saya selalu percaya sama kekuatan kamu.. pada saat saya hanya kuat untuk duduk, saya yakin kamu akan kuat untuk berdiri.. dan sekarang.. pada saat saya kuat untuk berdiri, saya yakin kamu akan kuat untuk berjalan..”
“Kenapa kamu masih bisa setenang ini sih?? Apa kamu nggak ngerasain apa2 may..?“
Air mata pertama mulai menetes, rupanya sudah tidak ada ruang baginya untuk bersantai didalam mataku.. tembok2pun mulai menghimpit..
“Buat apa terlalu dirasakan din.. nantinya hanya akan merugikan saya sendiri..“
"Apa tdk bisa kita jalani pelan2 may..?“
“Apa ada yang bisa kamu berikan untuk saya..? sya rasa tdk din...“
".......“
Tetes air mata berikutnya ikut bangun dari tempatnya bersantai.. tembok ini... kenapa semakin sempit...? aku susah bernafas...
"Apa saya bener2 nggak bisa menghubungi kamu sama sekali may..?“
"..........“
"Tapi kamu yakin kamu gpp may...? saya nggak mau kamu kenapa2...“
"Hahahahaha... dinoo... sudah deh... jangan mulai aneh... i can take care of myself... lagian masa gara2 begini saya jadi berantakan… sudah.. saya gpp kok…”
“Saya sama sekali nggak ngerti kenapa kamu tiba2 begini..”
"Tdk ada yang perlu dimenegrti din.. semua hanya perlu dijalani..“
"Bener ini mau kamu may...? saya kerumah kamu sekarang deh ya... kita bicarain ini disana...“
"Nggak perlu din... ini mau saya...“
".......“
"Ya sudah deh.. kamu mandi gih sana.. kan kotor baru pulang kantor...“
".........“
"Din... ayo mandi.. habis itu jangan lupa makan.....“
"........“
"Din....“
"Kamu yakin kamu baik2 aja.. & akan tetep baik2 aja...?“
"hihihi... saya baik2 aja.. & akan tetap baik2 aja kok din...“
"Saya sayang kamu may...“
"................ dah dino...“
Klik.... kuletakkan telpon dibawah.. seketika air mata ini beramai2 keluar dari singgasananya... kutangisi bayang2 yang sesungguhnya tidak pernah kumiliki... kugenggam sesuatu yang sesungguhnya tidak berwujud... kucari sesuatu yang sesungguhnya tidak ada... Saya tau tidak akan mungkin ada jawabannya... tapi.... kenapa...?
I may seem alright.. and smile when you leave..
But my smiles are just a front.. just a front..
I play it off but I’m dreamin of you…
I’ll keep my cool but I’m feindin’..
I try to say goodbye and I choked..
Try to walk away and I stumble..
Though I try to hide and it’s clear..
My world crumbles when u r not near..
(I Try – Macy Gray)
Kesempurnaan Wanita
Malam belum terlalu malam.. Dinginnya malam juga belum meneriakan bahwa sekarang sudah saatnya keriaan malam dimulai.. But oddly.. meja yang tadinya di-reserved utk 20 orang sudah mulai terasa sempit.. "geser donggg.." sudah terdengar dimana2.. dan akhirnya harus ada yg rela mengeluarkan sisi egois dan tebal muka dgn menarik kursi mana saja yang ada disekitar.. hummm... i like this place.. terlebih lagi... betapa banyak muka2 lama yang yah.. terkadang ada yg jauh berbeda.. tapi ada juga yang begitu2 saja... Yup.. it was a reunion..
Kepulan asap rokok mulai menghiasi suasana.. beberapa org juga mulai menuruti nafsunya untuk memesan makanan dan minuman.. lapar...? bisa jadi.. atau yah.. 'just sumthin to do while i'm gossiping'.. hehe..
One thing led to another... meja kami jadi ramai sekali... terlebih saat2 dimana para wanita yang sudah memiliki 'the best thing in their life' (kids..) mulai memamerkan foto2 bayinya.. "oooohhh... so cuteee..." terdengar dimana2... cliche..? dunno.. i don't judge..
There was this girl... she sat right next to me... showed me a picture of her daughter... SOOOO CUTE for real... and as a normal person.. i asked.. "so you're married.. where's ur husband..?" tau jawabannya..? "no i'm not married.. speechless..? PASTI.. but i tried to pulled myself together that time.. Yang membuat saya terhenyak dari kenyataan hidup yang saya jalani selama ini bukan karena pernyataan dari teman ini.. melainkan apa yg saya tau secara keseluruhan..
Sophie.. a woman who's been married for 2 years.. has 1 year old daughter.. has a successfull husband.. sounds great.. she takes care of everything (domestic stuff) by herself... though she's a housewife.. but i can say that she's a great housewife.. and when i asked "are you happy?".. the answer was "not really... but i'm good.."
Layla.. a widower with 6 years old son... love her son so much.. willing to do anything for her son.. She admit that raising her son by herself is the hardest thing to do... and at the end.. she said "He's the best thing in my life din.. and i will do anything for him... and i know that i can do anything for him.."
Rachel & Kyle.. these two women really are not married... dengan muka santai seperti bukan permasalahan berarti dlam hidup mereka menjawab "i'm not married.. he left me for another girl the minute he knew i'm pregnant.." But now..? mereka bisa berdiri di atas kaki mereka sendiri... fight for their kids...
All of them seemed so happy with their life.. a life that maybe not everyone wanna be in it... merka mengakui bahwa awalnya mereka sempat ragu dgn kehidupan.. but then again.. those kids turned into their vitamin...
As i layed down that night... i couldn't stop thinking about them... how missarable they were when it happened for the very first time... those disaster... and all i can see is how perfect they are...
Teori hidup saya selama ini yang menyatakan bahwa wanita adalah makhluk paling sempurna di dunia seperti terjawab.. we can be a child sumtimes... bermanja2 hanya untuk perhatian sekedarnya dari pasangan dan lingkungan... drama queen hanya karena ingin ada sedikit pelukan menenangkan.. meladeni, lembut, dsb yang sudah merupakan "cetakan" yang diberikan kepada selluruh wanita... But then... pada saat angin itu datang.. women might broke down for a while... cry like there's no tommorow.. but the after that.. women will stand up.. hold their heads up.. facing the world by herself.. and MAKE IT..!!!
They are such an inspiration for me.. me.. the drama queen in my little land.. have to hold my head up.. and facing the world... coz i'm a woman.. and i know i can make it...
Now i can see how incredible women are... women rock... and that's why we worth a lot...
Saya Lelah..
Saya lelah...
Lelah membetuk suatu bayangan.. mengapa tdk kunjung terbentuk..?
Lelah berbicara... Saya tdk ingin bersuara.. Kau saja yang bersuara..
Lelah mendengar.. Tutup saja daun telinga ini dari kehidupan..
Lelah melihat... Saya hanya ingin memejamkan bola mata ini.. sejenak saja..
Lelah merasa... Raga ini melayang tanpa perlu tau keberadaannya..
Lelah... Saya Lelah...
Lelah untuk terus mengatakan bahwa 'saya baik2 saja'... Saya tidak baik2 saja.. tolong saya... saya lelah sekali... setidaknya.. tolong genggam tangan ini...
Pun kutundukkan kepalaku pada kehidupan..
Kututup semua rasa...
kutegakkan lagi kepala ini..
Melangkahkan kaki langkah demi langkah...
Saya baik-baik saja... Paling tidak... saya akan baik-baik saja...
Lelah membetuk suatu bayangan.. mengapa tdk kunjung terbentuk..?
Lelah berbicara... Saya tdk ingin bersuara.. Kau saja yang bersuara..
Lelah mendengar.. Tutup saja daun telinga ini dari kehidupan..
Lelah melihat... Saya hanya ingin memejamkan bola mata ini.. sejenak saja..
Lelah merasa... Raga ini melayang tanpa perlu tau keberadaannya..
Lelah... Saya Lelah...
Lelah untuk terus mengatakan bahwa 'saya baik2 saja'... Saya tidak baik2 saja.. tolong saya... saya lelah sekali... setidaknya.. tolong genggam tangan ini...
Pun kutundukkan kepalaku pada kehidupan..
Kututup semua rasa...
kutegakkan lagi kepala ini..
Melangkahkan kaki langkah demi langkah...
Saya baik-baik saja... Paling tidak... saya akan baik-baik saja...
U Had Me at 'Hello'..
-Pertemuan 1-
Kaki saya membeku… tidak saya bayangkan sosoknya akan begitu memukau.. tubuhnya yang tinggi tegap terbalut apik dengan kemeja tangan panjang putih bergaris2 biru yang ia gulung sampai siku.. duduk tenang sambil membaca buku yang ia genggam di tangan kiri.. tangan kanannya tampak sibuk memutar2 sampoerna mild merah yang sudah setengah batang umurnya sambil sesekali mengaduk2 coklat panasnya.. tatapan tajam dibalik kacamatanya menyingkap seribu tanya yang ingin sekali saya jawab… Perlahan tatapannya menuju kepadaku… senyum itu muncul.. Senyum indah itu.. “Hi May….”
-Pertemuan 2-
Kenapa degup jantungku masih secepat ini… dia masih seperti dia yang dulu kok.. Tapi kali ini dengan kemeja merah tanah yang tetap ia singkap sampai sikunya.. tatapannya tidak dapat lepas dari kertas2 pekerjaan yang sepertinya ia kerjakan sambil menunggu saya datang… Café yang sama… tempat duduk yang sama… degup jantung yang juga tidak berubah… “Hi dino… maaf ya telat….”
“Pake jaket sama helmnya ya…?” Dia menunggu sampai aku benar2 memakai semuanya.. menyingkapkan kakiku di boncengan motor besar.. Selesai… kupangku tanganku sendiri.. sambil sesekali membenarkan letak tasku..
Lampu merah cukup lama… panas… tangan itu menarik kedua tanganku & dilingkarkan dipinggangnya.. “Biar nggak jatuh ya…?”…. Seketika saya tau… Dunia milik saya….
Pengamen jalanan bermain seindah musik live yang bermain khusus untuk saya… api yang menyala di lilin panjang beralaskan piring plastik murah itu menari seindah tarian para bidadari.. Nasi goreng porsi besar dengan minyak goreng yang sedikit banyak masih tercecer di pinggir piring kunikmati sepenuh hati… enak…
“Nggak pa-pa kan makan dipinggir jalan gini…?”
“Kenapa harus ‘apa-apa’..? enak kok…”
“Hahahaha… kamu nih May…”
Senyum itu.. tawa itu…
“Langsung pulang aja ya May…? Cerita2nya dirumah kamu aja..”
“Iya….”
Genggaman tangannya membuat saya yakin saya tidak akan diganggu siapapun.. Pelukan itu mengartikan saya aman dari apapun yang saya takutkan…
Dihisapnya batang rokok itu lagi… kali ini ditariknya dalam2.. dalam sekali… dihembuskannya perlahan-lahan… kemudian ia mainkan kembali batang rokok itu ditangannya.. Mata ini seperti dipertontonkan sandiwara indah yang membius…
“Saya sayang kamu loh May…. Sayang banget…”
“…………”
“loh… kok diem…? Kamu nggak sayang sama saya ya…?”
“……….”
“May.. saya serius… kamu jangan senyum2 aja…”
Kudekatkan diriku padanya… kubisikan sesuatu yang selama ini bergejolak di hati saya…
“You had me at ‘Hello’….”
U’ve already won me over.. in spite of me
And don’t be alarmed if I fall head over feet
And don’t be surprised if I love you.. for all that you are..
I couldn’t help it.. it’s all your fault…
(Head Over Feet – Alanis. M)
Kaki saya membeku… tidak saya bayangkan sosoknya akan begitu memukau.. tubuhnya yang tinggi tegap terbalut apik dengan kemeja tangan panjang putih bergaris2 biru yang ia gulung sampai siku.. duduk tenang sambil membaca buku yang ia genggam di tangan kiri.. tangan kanannya tampak sibuk memutar2 sampoerna mild merah yang sudah setengah batang umurnya sambil sesekali mengaduk2 coklat panasnya.. tatapan tajam dibalik kacamatanya menyingkap seribu tanya yang ingin sekali saya jawab… Perlahan tatapannya menuju kepadaku… senyum itu muncul.. Senyum indah itu.. “Hi May….”
-Pertemuan 2-
Kenapa degup jantungku masih secepat ini… dia masih seperti dia yang dulu kok.. Tapi kali ini dengan kemeja merah tanah yang tetap ia singkap sampai sikunya.. tatapannya tidak dapat lepas dari kertas2 pekerjaan yang sepertinya ia kerjakan sambil menunggu saya datang… Café yang sama… tempat duduk yang sama… degup jantung yang juga tidak berubah… “Hi dino… maaf ya telat….”
-Pertemuan 3-
“Pake jaket sama helmnya ya…?” Dia menunggu sampai aku benar2 memakai semuanya.. menyingkapkan kakiku di boncengan motor besar.. Selesai… kupangku tanganku sendiri.. sambil sesekali membenarkan letak tasku..
Lampu merah cukup lama… panas… tangan itu menarik kedua tanganku & dilingkarkan dipinggangnya.. “Biar nggak jatuh ya…?”…. Seketika saya tau… Dunia milik saya….
-Pertemuan 4-
Pengamen jalanan bermain seindah musik live yang bermain khusus untuk saya… api yang menyala di lilin panjang beralaskan piring plastik murah itu menari seindah tarian para bidadari.. Nasi goreng porsi besar dengan minyak goreng yang sedikit banyak masih tercecer di pinggir piring kunikmati sepenuh hati… enak…
“Nggak pa-pa kan makan dipinggir jalan gini…?”
“Kenapa harus ‘apa-apa’..? enak kok…”
“Hahahaha… kamu nih May…”
Senyum itu.. tawa itu…
-Pertemuan 5-
“Langsung pulang aja ya May…? Cerita2nya dirumah kamu aja..”
“Iya….”
-Pertemuan kesekian…-
Genggaman tangannya membuat saya yakin saya tidak akan diganggu siapapun.. Pelukan itu mengartikan saya aman dari apapun yang saya takutkan…
Dihisapnya batang rokok itu lagi… kali ini ditariknya dalam2.. dalam sekali… dihembuskannya perlahan-lahan… kemudian ia mainkan kembali batang rokok itu ditangannya.. Mata ini seperti dipertontonkan sandiwara indah yang membius…
“Saya sayang kamu loh May…. Sayang banget…”
“…………”
“loh… kok diem…? Kamu nggak sayang sama saya ya…?”
“……….”
“May.. saya serius… kamu jangan senyum2 aja…”
Kudekatkan diriku padanya… kubisikan sesuatu yang selama ini bergejolak di hati saya…
“You had me at ‘Hello’….”
U’ve already won me over.. in spite of me
And don’t be alarmed if I fall head over feet
And don’t be surprised if I love you.. for all that you are..
I couldn’t help it.. it’s all your fault…
(Head Over Feet – Alanis. M)
Saya Tutup Buku Itu..
Hummm.... secangkir kopi hangat.. ditemani hisapan dari marlboro lights menthol... mata saya terpekur pada buku itu... sudah berapa lama ya saya menulis didalamnya...? sudah berapa memori yang saya lalui dengan buku itu...? sudah berapa tangis dan tawa yang ia ketahui..?
Kubalik halaman demi halaman.. hummm... mengapa cenderung tangisan yang saya bagi dengannya...? Tidakkah saya pernah bahagia..? atau memang kesedihan yang saya rasa paling nyaman untuk dibagi dengannya...? Aneh....
Akhir-akhir ini ia dipenuhi oleh kisah2 yang menceritakan ttg orang yang sama.. lucu... saya mentertawakan diri saya... betapa saya amat terobsesi akan cerita itu.. cerita yang sebenarnya hanya mendorong saya menuju tebing.. cerita yang sebenarnya membuat saya berjalan di tempat yang sama.. Bodoh.. hhhh....
Halaman kosong pada lembar terakhir itu kutatap dalam-dalam... apa lagi yang ingin saya bagi dengannya saat ini...? sejuta cerita mengenai org itu sudah memenuhi benak saya.. Apa iya kisah itu lagi yang akan saya bagi...? Bosan... Bodoh...
Akhirnya kutorehkan penaku ditubuhnya... SELESAI... apa hanya ini yang ingin saya ceritakan...? ya... hanya ini yang ingin saya ceritakan..
Saya tutup buku itu... menatapnya sejenak.. dan kutinggalkan disitu....
Saya akan mulai membagi cerita saya di buku lain.. buku baru... lembaran baru... cerita baru... tapi tidak sekarang... beberapa hari lagi.. mungkin...
Hummmm... apa yang kira2 akan saya tulis disitu...? cerita apa lagi yang kira2 akan saya bagi...? Tidak tau lah... yang pasti bukan cerita yang sama.. bukan kisah yang sama...
Kubalik halaman demi halaman.. hummm... mengapa cenderung tangisan yang saya bagi dengannya...? Tidakkah saya pernah bahagia..? atau memang kesedihan yang saya rasa paling nyaman untuk dibagi dengannya...? Aneh....
Akhir-akhir ini ia dipenuhi oleh kisah2 yang menceritakan ttg orang yang sama.. lucu... saya mentertawakan diri saya... betapa saya amat terobsesi akan cerita itu.. cerita yang sebenarnya hanya mendorong saya menuju tebing.. cerita yang sebenarnya membuat saya berjalan di tempat yang sama.. Bodoh.. hhhh....
Halaman kosong pada lembar terakhir itu kutatap dalam-dalam... apa lagi yang ingin saya bagi dengannya saat ini...? sejuta cerita mengenai org itu sudah memenuhi benak saya.. Apa iya kisah itu lagi yang akan saya bagi...? Bosan... Bodoh...
Akhirnya kutorehkan penaku ditubuhnya... SELESAI... apa hanya ini yang ingin saya ceritakan...? ya... hanya ini yang ingin saya ceritakan..
Saya tutup buku itu... menatapnya sejenak.. dan kutinggalkan disitu....
Saya akan mulai membagi cerita saya di buku lain.. buku baru... lembaran baru... cerita baru... tapi tidak sekarang... beberapa hari lagi.. mungkin...
Hummmm... apa yang kira2 akan saya tulis disitu...? cerita apa lagi yang kira2 akan saya bagi...? Tidak tau lah... yang pasti bukan cerita yang sama.. bukan kisah yang sama...
Wednesday, October 18, 2006
Untuk Kamu yang Ada Di Sana
Jakarta, 15 Oktober 2006
Untuk Kamu Yang Ada Di Sana,
Hi Kamu... ya.. kamu... masih ingatkah denganku...? aku... perempuan yang pernah kausambangi.. aku.. perempuan yang pernah kau beri seribu rasa.. aku.. perempuan yang pernah kau selubungi dengan pergulatan jiwa.. ini aku.. ingatkah kamu...? Apakah aku tidak bernilai untuk dapat kau ingat..?
Temanku pernah berkata... suatu saat kau pasti akan datang.. yang harus aku lakukan adalah meminta pada Tuanmu untuk mengantarmu padaku....? benarkah begitu...? Sudah kupanjatkan permintaanku sedalam2nya pada Tuanmu.. mengapa Dia tidak mengantarkanmu juga..? Itu sebabnya aku minta kedatanganmu secara langsung...
Dulu kau pernah memberikan seribu rasa padaku... kemanakah kamu akhir2 ini..? kaupunggungi aku dengan berjuta kepedihan.. bukan punggungmu yang aku harapkan... aku ingin wajah depanmu... kebahagianku.. Saat-saat dimana aku merasa terbang seperti peri.. melompat seperti jangkrik... menari seperti penari yang tidak memikirkan hari esok.. kapankah kau akan menyambangiku lagi...? memberikan wajahmu.. memberikan kebahagiaanku...?
Hanya rasa itu yang aku butuhkan... Aku bosan..
Hormatku padamu,
Aku Yang Ada Di sini
"You can't hurry love.. You just have to wait"
Untuk Kamu Yang Ada Di Sana,
Hi Kamu... ya.. kamu... masih ingatkah denganku...? aku... perempuan yang pernah kausambangi.. aku.. perempuan yang pernah kau beri seribu rasa.. aku.. perempuan yang pernah kau selubungi dengan pergulatan jiwa.. ini aku.. ingatkah kamu...? Apakah aku tidak bernilai untuk dapat kau ingat..?
Temanku pernah berkata... suatu saat kau pasti akan datang.. yang harus aku lakukan adalah meminta pada Tuanmu untuk mengantarmu padaku....? benarkah begitu...? Sudah kupanjatkan permintaanku sedalam2nya pada Tuanmu.. mengapa Dia tidak mengantarkanmu juga..? Itu sebabnya aku minta kedatanganmu secara langsung...
Dulu kau pernah memberikan seribu rasa padaku... kemanakah kamu akhir2 ini..? kaupunggungi aku dengan berjuta kepedihan.. bukan punggungmu yang aku harapkan... aku ingin wajah depanmu... kebahagianku.. Saat-saat dimana aku merasa terbang seperti peri.. melompat seperti jangkrik... menari seperti penari yang tidak memikirkan hari esok.. kapankah kau akan menyambangiku lagi...? memberikan wajahmu.. memberikan kebahagiaanku...?
Hanya rasa itu yang aku butuhkan... Aku bosan..
Hormatku padamu,
Aku Yang Ada Di sini
"You can't hurry love.. You just have to wait"
Dunia Aku & Kamu
Pernahkah kamu datang ke tempatku…?
Dunia Aku & Kamu..
Tempat kita berbagi tawa..
Tempat kita berbagi rasa..
Tempat kita berbagi tangis..
Pernahkah kau datang ketempatku…?
Dunia Aku & Kamu…
Tempat kutumpahkan semua tawa..
Tempat kutumpahkan semua rasa..
Tempat kutumpahkan semua tangis..
Pernahkan kau datang ketempatku..?
Dunia Aku & Kamu..
Dengar nyanyian tawaku..
Dengar dengungan rasaku..
Dengar irama tangisku…
Kugantungkan semua rasa pada pohon itu..
Kuletakkan tanyaku pada meja diruang kosong ini..
Kuanyam hatiku di taman luas itu..
Kugantungkan semua rasa pada pohon itu..
Kuletakkan tanyaku pada meja diruang kosong ini..
Kuanyam hatiku di taman luas itu..
Katakan padaku kapan…
Akan kuajak kau melihat-lihat..
Dunia Aku & Kamu..
Dunia Aku & Kamu..
Tempat kita berbagi tawa..
Tempat kita berbagi rasa..
Tempat kita berbagi tangis..
Pernahkah kau datang ketempatku…?
Dunia Aku & Kamu…
Tempat kutumpahkan semua tawa..
Tempat kutumpahkan semua rasa..
Tempat kutumpahkan semua tangis..
Pernahkan kau datang ketempatku..?
Dunia Aku & Kamu..
Dengar nyanyian tawaku..
Dengar dengungan rasaku..
Dengar irama tangisku…
Kugantungkan semua rasa pada pohon itu..
Kuletakkan tanyaku pada meja diruang kosong ini..
Kuanyam hatiku di taman luas itu..
Kugantungkan semua rasa pada pohon itu..
Kuletakkan tanyaku pada meja diruang kosong ini..
Kuanyam hatiku di taman luas itu..
Katakan padaku kapan…
Akan kuajak kau melihat-lihat..
Dunia Aku & Kamu..
