DuniaAramaya

I'm just an ordinary woman.. who lives in this ordinary world.. with this extra ordinary imagination & Dream..

Monday, October 23, 2006

Tante Mae & Kesombonganku


Sore kemarin saya habiskan dengan tante Mae (baca:Mey), salah satu tante dari banyak tante-tante saya. Jujur saja, awalnya saya malas sekali bertemu dengan tante Mae.. humm.. mungkin saya harus cerita dulu sedikit banyak tentang tante Mae yang membuat saya merasa begitu..

She’s been Married with om Raka for 23 years.. dari dulu saya selalu melihat mereka sebagai pasangan yang paling serasi, I mean.. they showed other people their feelings for each other.. until 3 years ago, she caught her husband cheated on her.. semenjak saat itu yang saya dengar rumah tangga mereka cukup ‘panas’.. tapi karena saya merasa itu bukan urusan saya, jadi sayapun tdk berpikiran utk ingin tau lebih jauh. Banyak pihak keluarga (termasuk saya) yang menyayangkan sekali sikapnya.. she couldn’t pull herself together, she acted out of control.. such as.. meneror perempuan itu just so she could say the B**CH word.. cakar2an when they accidentally bumped into each other di PS (for reall… I was there, and all I wanted to do was pretend that I didn’t know them.. hehe).. well.. those kind of thing.. Oh ya.. intinya kenapa saya malas bertemu? Di setiap situasi dan suasana.. all that she can talk about is om Raka.. how he betrayed her.. gimana selama ini dia sudah berusaha memberi yang terbaik.. dan sebagainya.. Yahh.. ngerti sih.. kalau org sedih pasti butuh cerita.. but then again.. kalau melakukan hal yang sama selama 3 tahun…? Saya rasa anda juga pasti sedikit malas utk meladeni bukan..?

Ok.. back to the topic.. actually.. sore itu tante Mae terlihat berbeda sekali.. dia cantik.. bukan cantik seperti ‚cetakan’ orang selama ini ya.. dia terlihat lebih kurus.. rambutnya dipotong pendek dan tertata rapi.. tetapi disamping itu semua, yang paling menakjubkan untuk saya adalah sorot matanya yang teduh & tenang.. dia seperti menjadi orang baru..

Pembicaraan pun mengalir cepat.. and wow.. she’s changed.. menyenangkan ngobrol dengan dia.. ternyata masalah dg nom Raka masih ada pada titik yang sama.. but she decided to change.. well.. good for her.. kita membicarakan banyak hal.. dari makanan, sampai bisnis butik yang sedang ia jalankan.. Sampai akhirnya dia menanyakan mengenai pasangan saya..

“Gimana pacarmu?“

"Haha... ngaco ah tante.. belum ada kok..“

"kenapa belum ada..?“

"Ya belum ada yang cocok aja.. milih cowok kan nggak kayak milih kacang tan..”

"hahaha.. takut salah pilih toh.. ah.. kan masih muda.. salah pilih itu biasa.. belum ada yang cocoknya gimana sih?”

"Yah.. gitu deh tante.. yang penting kan aku tau aku bisa bahagia sama dia.. siapapun itu nantinya.. & itu yang belum aku dapetin.“

"bahagia? Ooh...“

Oke.. sayapun mengakui sedikit banyak kesombongan saya dalam hal ini.. saya sedikit too picky.. karena menurut saya, dengan siapapun saya nanti baik pacar.. apalagi suami (yang jelas telah memenuhi criteria saya secara prinsip), saya harus yakin bahwa saya bisa berbahagia dengan pasangan saya tersebut.. dalam keadaan apapun itu..

Tante Mae terdiam cukup lama.. akhirnya keluar juga sesuatu dari mulutnya.. sedikit tertahan karena emosi yang tdk jelas, namun tetap dipaksakan “Kalau mau ngomongin tentang bahagia.. I was soooo happy and in love before I knew bout ur uncle’s affair.. Om-mu itu orangnya romantis.. perhatian.. nggak malu utk nyium atau meluk tante di tempat umum.. pokoknya dari kita pacaran dulu, tante selalu tau, kalo dia jodoh tante…” Wah.. ini masuk ke topik yang saya bingung harus bersikap apa.. Wajah tante Mae memperlihatkan mimik yang saya tdk tau bagaimana harus mengartikannya.. sumpah saya bingung sekali.. sampai akhirnya saya memutuskan untuk menjadi pendengar yang baik saja..

Anehnya.. Tidak ada kata-kata lagi yang keluar dari Tante mae.. dia memegang tangan saya cukup erat & menundukkan wajahnya.. cukup lama... pada saat kepalanya mulai ditegakkan kembali, saya melihat sisa air mata & sorot kesedihan yang amat mendalam di matanya.. tante Mae hanya mengucapkan sesuatu secara pelan & perlahan.. "Nak.. tante yakin kamu sudah bisa matang dalam hal memilih pasangan.. tapi kamu harus ingat.. bahagia itu bukan segalanya.. ada satu ketentuan yang harus kamu penuhi.. pada saat kamu meyakinkan dirimu sendiri kalau kamu siap berpasangan dengan seseorang.. kamu juga harus siap untuk kehilangan dia.. dalam bentuk apapun itu.. Ingat.. bahagia bukan segalanya..“

Lucu atau tidak saya tidak tau.. Tapi yang pasti selama di taxi dalam perjalanan pulang, saya tidak dapat menghilangkan senyum dari wajah saya.. tapi hati sayapun tidak bahagia.. akhirnya saya benar2 membuka mata saya.. kesombongan saya semata selama ini ternyata tidak lebih baik dari apapun.. dan seorang Tante mae.. org terakhir di dunia ini yang saya kira bakalan memberi inspirasi untuk hidup saya, bisa mengeluarkan suatu pernyataan yang membuat saya merasa bahwa ‘teori2 hidup’ saya selama ini kembali mentah.. dimana saya selalu memikirkan kebahagiaan saya & pasangan (pada saat saya punya pasangan), atau kebahagian saya dan calon pasangan… tapi saya benar2 melupakan sesuatu.. bahwa pasangan juga merupakan titipan.. yang bisa diambil dari sisi saya kapanpun.. dan dalam bentuk apapun…

Thanks Tante mae.. u’re one of my inspiration now...

0 Comments:

Post a Comment

<< Home