Thursday, November 30, 2006
I do believe that every people's life has their own shape.. and i call it 'glass of life'..
Wanita 1
Seorang teman baik saya.. dia berhubungan dengan pacarnya selama 7 tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah.. he's her first boyfriend.. when she was only his boyfriend, she wasn't allowed to go out with ANY GUYS (walaupun teman sendiri & perginyapun beramai2).. Praktis hampir seluruh aspek dalam hidupnya diatur oleh pria itu.. then they got married.. i asked wether she wanted to work or not.. and she said "akhirnya aku boleh kerja.. tapi bingung juga sih.. soalnya sama dia aku cuman boleh kerja di kantor yang bosnya cewek.." WHATTT??? but turned out she was pregnant... dan sang suami menuntut dia utk menjadi ibu rumah tangga.. I had no idea how to react bout this condition.. but then again.. i saw her eyes... she's happy with her life...
Wanita 2
She's a workaholic.. buat dia, karir adalah satu2nya hal yang dapat menentukan masa depannya apakah dia akan bahagia atau tidak... well.. for her... if it's not great career, great income, great apartment that she buy by herself... it means no happiness... Kehadiran pria dalam kehidupan hanya merupakan 'bonus'.. "Yah.. kalo dapet ya Alhamdulillah... kalo nggak ya gak masalah juga kan may... asal kalo udah dpt gak ngerepotin gw aja.." ahahahaha.... itu arti pria dalam kehidupannya... she doesn't need a partner for life... she's a single fighter... but she's happy...
Wanita 3...
Saya wanita yang biasa2 saja... punya banyak mimpi... tapi mencoba realistis bahwa tidak semua dapat saya capai... Settled career? harus... pendidikan Magister? harus... but that's it... untuk saya itulah mimpi yang paling & harus dapat saya kejar.. Selanjutnya..? saya masih mau berkeluarga.. memiliki buah hati yang dapat menjadi obat lelah saya.. tempat saya kembali ke tanah bila saya sudah terbang terlalu tinggi.. Memiliki seorang suami... saya menyadari betul akan kesetaraan saya dan suami saya nanti.. tapi saya tetap menginginkan dia untuk berperan sebagai nahkoda.. he's gotta be a great partner.. a great brother.. a great friend.. a great lover.. That's it.. it's enough..
Ya... dulu saya selalu melihat gelas orang lain secara subyektif... selama itu tidak sesuai dengan saya.. berarti bentuk gelas itu belum bagus.. atau malah tidak bagus sama sekali... Then i realized... Apa yang kita jalani dalam kehidupan...? apa yang kita cari..? semua manusia pasti mencari sebuah kebahagiaan yang solid.. well... let's not talk about the result from God... saya hanya mencoba membuka mata saya... perbedaan definisi kebahagiaan saya dengan yang lain...
Seorang teman mungkin merasakan bahwa gelasnya yang berbentuk pengabdian kepada pasangan sudah terisi penuh.. dan dia sudah merasakan kebahagiaannya..
Seorang teman yang lain sedang tersenyum sambil mengamati gelasnya yang berbentuk pencapaiannya yang tertinggi atas diri sendiri.. gelas itu sudah hampir penuh... dan dia sudah merasakan kebahagiaannya...
Saya dengan gelas saya sendiri... terbentuk dari pencapaian diri dan khayalan akan sebuah keluarga.. gelas itu belum penuh... setengahpun belum terisi... tapi saya akan terus mengisi gelas saya... sambil tersenyum... menunggu kebahagiaan saya...
How bout your glass...? Selamat mengisi gelasmu... =)
Monday, November 27, 2006
[untitled]
Jiwaku,
Ya.. dia ada dihadapanku sekarang.. saya rasa dia temanmu.. namanya ‘Cinta’.. kenalkah kamu..? Haruskah dia aku genggam..? Tapi.. aku tidak yakin apakah aku membutuhkan dia saat ini.. Apakah memang dia yang bisa membawa kamu pergi terbang melayang seperti elang yang aku lihat kemarin…
Aku sudah punya banyak kan.. apa kau masih butuh yang ini…? Aku sudah mendapatkan itu dari duniaku yang lain.. apa kamu masih ingin yang ini..? Ingatkah kamu bahwa dia juga bisa membuatmu lemah tak berdaya… memakan seluruh sukma.. menginjak gejolak hidup..?
Dia masih jadi misteri untukku… Lebih baik jangan saat ini.. Bencikah kau padaku atas hal ini..? Jawab secepatnya..
Salam,
Jiwaku yang lain
Ya.. dia ada dihadapanku sekarang.. saya rasa dia temanmu.. namanya ‘Cinta’.. kenalkah kamu..? Haruskah dia aku genggam..? Tapi.. aku tidak yakin apakah aku membutuhkan dia saat ini.. Apakah memang dia yang bisa membawa kamu pergi terbang melayang seperti elang yang aku lihat kemarin…
Aku sudah punya banyak kan.. apa kau masih butuh yang ini…? Aku sudah mendapatkan itu dari duniaku yang lain.. apa kamu masih ingin yang ini..? Ingatkah kamu bahwa dia juga bisa membuatmu lemah tak berdaya… memakan seluruh sukma.. menginjak gejolak hidup..?
Dia masih jadi misteri untukku… Lebih baik jangan saat ini.. Bencikah kau padaku atas hal ini..? Jawab secepatnya..
Salam,
Jiwaku yang lain
Friday, November 24, 2006
I Pick The Wrong Guy
“I judge people.. that’s my thing.. what about you..?”
“……..”
“Jawab May…”
“I pick the wrong guy… always do..”
“What are you laughing at…?”
Lucu… sekarang.. saat ini… saat saya coba menoleh kebelakang… I did pick the wrong guys.. they did hurt me.. they did make me cry… tapi tanpa saya sadari.. mereka juga punya andil tersendiri atas kedewasaan saya saat ini…. Cara saya dalam menatap dunia.. cara saya dalam menghadapi kehidupan.. Betapa saya ingin membodohi diri saya saat saya mencoba membuka halaman2 awal buku kehidupan saya.. tidak.. saya tidak bodoh pada saat itu.. saya tidak mengerti… bukan.. saya belum mengerti…. And now I do..
Thanks for all of the pain that u gave to me… not so hurt right now…
“……..”
“Jawab May…”
“I pick the wrong guy… always do..”
“What are you laughing at…?”
Lucu… sekarang.. saat ini… saat saya coba menoleh kebelakang… I did pick the wrong guys.. they did hurt me.. they did make me cry… tapi tanpa saya sadari.. mereka juga punya andil tersendiri atas kedewasaan saya saat ini…. Cara saya dalam menatap dunia.. cara saya dalam menghadapi kehidupan.. Betapa saya ingin membodohi diri saya saat saya mencoba membuka halaman2 awal buku kehidupan saya.. tidak.. saya tidak bodoh pada saat itu.. saya tidak mengerti… bukan.. saya belum mengerti…. And now I do..
Thanks for all of the pain that u gave to me… not so hurt right now…
Kekuatanku yang lain
Saya selalu merasakan betapa kecilnya kehidupan.. gumpalan daging, tulang, dan darah ini.. dibumbui kehangatan keluarga.. dan diselimuti pertemanan indah.. Until one day.. I realize how big all of those ‘small things’ in my life…
Saya pikir selama ini hidup saya baik2 saja… saya bahagia.. kepahitan sekali2 pasti akan datang.. but that’s life.. right…? Saya termasuk tipikal seorang introvert.. u may not realize it.. coz I laugh all the time…
Tanpa saya sadari… saya selalu membentengi diri saya dari kesedihan yang berlarut2… menangis sekali dua kali bila sedih.. but that’s it!! Life goes on… Seperti menjalani kehidupan wanita lain.. badan wanita lain.. pemikiran wanita lain.. tapi tetap dengan hati yang sama… Sedikit mengejutkan saya betapa besar kekuatan saya utk berpaling dari kesedihan… I can laugh so hard until I wanna pee… but in the inside.. I might cry a river.. Dulu saya selalu menganggap bahwa ini adalah kekuatan saya… my strength to live… Ya.. ‘bumbu’ kehidupan saya memang penting.. but I can handle my emotion well… too well I guess…
Friday night.. 7pm.. saya terhenya… All of the sudden.. Saya merasakan sesuatu yang menghantam persis di jantung saya.. saya gagal.. saya jatuh.. I couldn’t barely looked at myself in a mirror.. seemed like I hate myself… takut melihat tatapan org mengenai semua kegagalan saya… I locked myself in my bedroom for a whole day.. two days perhaps… I forgot..
Semua ini terjadi selama sekitar 1 minggu.. and I gave up.. I knew that there was something wrong with me… my twin decided to take me to a shrink… seperti ada tangan besar yang mendaratkan ayunannya dipipi saya mendengar ucapan wanita yang duduk tenang dihadapan saya malam itu.. “u got depressed..” It couldn’t happened… at least.. not to me…
Sebelah kaki saya ada di dunia nyata.. sebelahnya lagi berada di dunia khayal saya… “how come…? Tidak ada kejadian besar berarti dalam hidup saya yg membuat saya depresi… LIVE GOES PRETTY WELL..”. penjelasan 30 menit dari wanita itu (“that BIATCH” is how I called her that time for the word ‘depressed’ that she gave to me) seperti membalik semua skenario hidup saya.. betapa saya tampak kuat selama ini… but actually.. I’m not.. I’ve been doing this kind of things since I was 8.. dan sepertinya sudah saatnya gunung es dihati saya jatuh…
Perjalanan pulang… hati saya membatu…. Tidak adil…
I was mad at myself… stupid me for making this whole stupid things.. pedih di hati saya atas kegagalan ini menyulitkan saya untuk bernafas… melihat.. & berfikir… Kekuatan saya yang selalu saya banggakan.. yang selalu membuat saya bertahan… ternyata membalikkan badannya dan memutuskan untuk mendorog saya masuk ke lubang yang dalam…
My twin.. came into my room.. sat next to me… tidak ada sebutirpun air mata yang keluar dari mata saya… TIDAK!!.. perlahan dia pegang tangan saya… hanya memberikan satu kalimat.. “You know what..? Sometimes.. it’s ok not to be ok..”
Perlahan saya paksakan diri untuk kembali kepada kenyataan… alam yang untuk beberapa saat menjadi musuh saya… dua orang sahabat yang dengan perlahan menggenggam tangan ini.. memperlihatkan kembali kepada saya betapa indah hidup bila saya mencoba melihat dari sisi yang lain….
Here I am… months later.. years maybe.. standing straight.. ya.. saya tidak setegar itu… tapi saya mempunyai kekuatan lain… keluarga.. teman.. sahabat… saya dapat berlari sejauh mungkin.. melompat setinggi langit… jatuh kedalam tebing.. dan saya tetap dapat menolehkan kepala saya kebelakang… tempat kekuatan saya selalu berada… and having them smiled at me… I can face the world in a normal way… I can.. and I will..
Saya pikir selama ini hidup saya baik2 saja… saya bahagia.. kepahitan sekali2 pasti akan datang.. but that’s life.. right…? Saya termasuk tipikal seorang introvert.. u may not realize it.. coz I laugh all the time…
Tanpa saya sadari… saya selalu membentengi diri saya dari kesedihan yang berlarut2… menangis sekali dua kali bila sedih.. but that’s it!! Life goes on… Seperti menjalani kehidupan wanita lain.. badan wanita lain.. pemikiran wanita lain.. tapi tetap dengan hati yang sama… Sedikit mengejutkan saya betapa besar kekuatan saya utk berpaling dari kesedihan… I can laugh so hard until I wanna pee… but in the inside.. I might cry a river.. Dulu saya selalu menganggap bahwa ini adalah kekuatan saya… my strength to live… Ya.. ‘bumbu’ kehidupan saya memang penting.. but I can handle my emotion well… too well I guess…
Friday night.. 7pm.. saya terhenya… All of the sudden.. Saya merasakan sesuatu yang menghantam persis di jantung saya.. saya gagal.. saya jatuh.. I couldn’t barely looked at myself in a mirror.. seemed like I hate myself… takut melihat tatapan org mengenai semua kegagalan saya… I locked myself in my bedroom for a whole day.. two days perhaps… I forgot..
Semua ini terjadi selama sekitar 1 minggu.. and I gave up.. I knew that there was something wrong with me… my twin decided to take me to a shrink… seperti ada tangan besar yang mendaratkan ayunannya dipipi saya mendengar ucapan wanita yang duduk tenang dihadapan saya malam itu.. “u got depressed..” It couldn’t happened… at least.. not to me…
Sebelah kaki saya ada di dunia nyata.. sebelahnya lagi berada di dunia khayal saya… “how come…? Tidak ada kejadian besar berarti dalam hidup saya yg membuat saya depresi… LIVE GOES PRETTY WELL..”. penjelasan 30 menit dari wanita itu (“that BIATCH” is how I called her that time for the word ‘depressed’ that she gave to me) seperti membalik semua skenario hidup saya.. betapa saya tampak kuat selama ini… but actually.. I’m not.. I’ve been doing this kind of things since I was 8.. dan sepertinya sudah saatnya gunung es dihati saya jatuh…
Perjalanan pulang… hati saya membatu…. Tidak adil…
I was mad at myself… stupid me for making this whole stupid things.. pedih di hati saya atas kegagalan ini menyulitkan saya untuk bernafas… melihat.. & berfikir… Kekuatan saya yang selalu saya banggakan.. yang selalu membuat saya bertahan… ternyata membalikkan badannya dan memutuskan untuk mendorog saya masuk ke lubang yang dalam…
My twin.. came into my room.. sat next to me… tidak ada sebutirpun air mata yang keluar dari mata saya… TIDAK!!.. perlahan dia pegang tangan saya… hanya memberikan satu kalimat.. “You know what..? Sometimes.. it’s ok not to be ok..”
Perlahan saya paksakan diri untuk kembali kepada kenyataan… alam yang untuk beberapa saat menjadi musuh saya… dua orang sahabat yang dengan perlahan menggenggam tangan ini.. memperlihatkan kembali kepada saya betapa indah hidup bila saya mencoba melihat dari sisi yang lain….
Here I am… months later.. years maybe.. standing straight.. ya.. saya tidak setegar itu… tapi saya mempunyai kekuatan lain… keluarga.. teman.. sahabat… saya dapat berlari sejauh mungkin.. melompat setinggi langit… jatuh kedalam tebing.. dan saya tetap dapat menolehkan kepala saya kebelakang… tempat kekuatan saya selalu berada… and having them smiled at me… I can face the world in a normal way… I can.. and I will..
Tunggu Sebentar..
Terima kasih…
Atas tiupan namamu di cuping telinga ini..
Atas buaian jemarimu di kalbu ini..
Atas tarian cintamu di pelupuk hati ini..
Gelap itu masih ada..
Gelap itu masih hadir..
Maaf…
Belum dapat kupersilahkan kau masuk..
Belum dapat kubuai hatimu disini…
Belum dapat kupersembahkan denting hasratku..
Tunggulah sebentar..
Atau kau ingin pergi saja..?
Atas tiupan namamu di cuping telinga ini..
Atas buaian jemarimu di kalbu ini..
Atas tarian cintamu di pelupuk hati ini..
Gelap itu masih ada..
Gelap itu masih hadir..
Maaf…
Belum dapat kupersilahkan kau masuk..
Belum dapat kubuai hatimu disini…
Belum dapat kupersembahkan denting hasratku..
Tunggulah sebentar..
Atau kau ingin pergi saja..?
Wednesday, November 22, 2006
2 am
Saya pandangi mata itu… segurat keletihan tergambar disana.. lingkar hitam pekat seperti tidak pernah pergi dari sana… Semua kegetiran hidup sudah dia lalui.. setidaknya.. hampir semua.
Perlahan-lahan.. ia buka kerudung di kepalanya… melepaskan sepatunya.. dan menghempaskan keletihan dikursi itu.. desahan pelan tapi dapat kutangkap dengan pasti.. “astaghfirullah….” Irisan di hatiku semakin terasa pedih melihat tangan itu.. tangan yang telah membelaiku selama 23 tahun.. tangan yang telah menghapus dukaku.. Setetes.. dua tetes… mengapa air mata yang keluar dari matanya…? Tidakkah kehadiranku selama ini membuatnya bahagia…? Apa hanya duka yang dapat kuberikan padanya..?
Sudahkah kubuat kau bangga..? Sudahkah kuberikan kebahagiaan padamu…? Cukupkah kutorehkan senyum dihari-harimu..?
Kuberanikan diri keluar dari persembunyianku.. hanya pelukan yang dapat kusampaikan padanya.. sedikit terkejut.. tapi tetap ia berikan senyuman itu.. Senyum yang selalu membuai disaat aku terjatuh…
“Capek bu…?”
“Why should i..? I’ve got my vitamin… it’s you…”
I dedicated this writing to the greatest woman on earth.. a place to run.. to hide.. to cry.. and to smile… Love you..
Perlahan-lahan.. ia buka kerudung di kepalanya… melepaskan sepatunya.. dan menghempaskan keletihan dikursi itu.. desahan pelan tapi dapat kutangkap dengan pasti.. “astaghfirullah….” Irisan di hatiku semakin terasa pedih melihat tangan itu.. tangan yang telah membelaiku selama 23 tahun.. tangan yang telah menghapus dukaku.. Setetes.. dua tetes… mengapa air mata yang keluar dari matanya…? Tidakkah kehadiranku selama ini membuatnya bahagia…? Apa hanya duka yang dapat kuberikan padanya..?
Sudahkah kubuat kau bangga..? Sudahkah kuberikan kebahagiaan padamu…? Cukupkah kutorehkan senyum dihari-harimu..?
Kuberanikan diri keluar dari persembunyianku.. hanya pelukan yang dapat kusampaikan padanya.. sedikit terkejut.. tapi tetap ia berikan senyuman itu.. Senyum yang selalu membuai disaat aku terjatuh…
“Capek bu…?”
“Why should i..? I’ve got my vitamin… it’s you…”
I dedicated this writing to the greatest woman on earth.. a place to run.. to hide.. to cry.. and to smile… Love you..
FUCK IT!!!!!!!
"Fuck It (I Don't Want You Back)"
Whoa oh oh Ooh hoohNo No No
[Verse 1:]
See, I dont know why I liked you so much
I gave you all, of my trust
I told you, I loved you,
now thats all down the drainYa put me through pain, I
wanna let u know how I feel
[Chorus:]
Fuck what I said it dont mean shit now
Fuck the presents might as well throw em out
Fuck all those kisses, they didn't mean jack
Fuck you, you hoe, I dont want you back
Fuck what I said it dont mean shit now
Fuck the presents might as well throw em out
Fuck all those kisses they didn't mean jack
Fuck you, you hoe, I dont want you back
[Verse 2:]
You thought, you couldKeep this shit from me, yeah
Ya burnt bitch, I heard the story
Ya played me, ya even gave him head
Now ya askin for me backYa just another act,
look elsewhereCuz ya done with me
Fuck what I said it dont mean shit now
Fuck the presents might as well throw em out
Fuck all those kisses they didn't mean jack
Fuck you, you hoe, I dont want you back
Fuck what I said it dont mean shit now
Fuck the presents might as well throw em out
Fuck all those kisses they didn't mean jack
Fuck you, you hoe, I dont want you back
Oh ohUh huh yeah
Oh ohUh huh yeah
h ohUh huh yeah
Oh ohUh huh yeah
Ya questioned, did I care
You could ask anyone,
I even said Ya were my great one
Now its, over, but I do admit I'm sad.
It hurts real bad, I cant sweat that, cuz I loved a hoe
Fuck what I said it dont mean shit now
Fuck the presents might as well throw em out
Fuck all those kisses they didn't mean jack
Fuck you, you hoe, I dont want you
So DON'T U DARE.. come again into my life.. like there's nothing ever happened between us.. I'm so SICK OF U.. I know i haven't slapped anyone in my life... but if only u were here... standing right before me... I WOULD LOOOVEE to do that...
Friday, November 17, 2006
Tapi semua sudah terlambat.. kamu tau itu kan..?
[Biar aku mencinta caraku tuk jatuh cinta]
biar aku mencinta caraku tuk jatuh cinta
dengan duduk diam di sini
pandangmu, acuhkan yang lalu
biar aku mencinta caraku tuk jatuh cinta
harap kau tak lelah
jangan kau tersesat dalam waktu
tunggu aku saat ku ucap pisah dengan gelap
kemudian kau sisipi warnamu pada setiap butir udara ku hirup
tunggu aku saat ku ucap pisah dengan sunyi
kemudian kau bisiki aku apa rasamu
biar aku mencinta caraku tuk jatuh cinta
tak ingin lelah terkejar waktu
biar aku mencinta caraku tuk jatuh cinta
dengan duduk diam di sini
pandangmu, acuhkan yang lalu
biar aku mencinta caraku tuk jatuh cinta
harap kau tak lelah
jangan kau tersesat dalam waktu
tunggu aku saat ku ucap pisah dengan gelap
kemudian kau sisipi warnamu pada setiap butir udara ku hirup
tunggu aku saat ku ucap pisah dengan sunyi
kemudian kau bisiki aku apa rasamu
biar aku mencinta caraku tuk jatuh cinta
tak ingin lelah terkejar waktu
"Puisi ini saya buat 4 tahun yg lalu untuk kamu.."
".... Kenapa kamu tdk pernah memberikan kepada saya..?"
"Punggungmu yang saya pilih menjadi tempat untuk bersembunyi.. maaf.."
"Tapi... semua sudah terlambat.. kamu tau itu kan..?"
"Ya.. saya tau.. tapi saya akan berhutang pada diri saya selamanya bila tidak juga memberikan ini padamu.. Saya pernah mencintaimu May.. masih.. dan akan tetap mencintaimu.. tapi dengan cara saya sendiri.."
Tuesday, November 14, 2006
Damn.. i'm blushing..
"Nggak sendiri lah.. kan ada lawyernya LGS.. mereka masih muda2 bgt lho.. sekamu deh umurnya.."
"O ya..? berapa org..? cewek apa cowok...?"
"3 org.. 2 cewek.. 1 cowok.. disini sepi bgt May... untung ada mereka... lumayan rame.. apalagi yg namanya Dewi.."
"Owhhh... cantik..?"
"hummm.. lumayan... knp..?"
"gpp..."
"kok.. jawabnya begitu doang...?"
"ha..? nggak.. ah... emang disambi kerja aja.."
"oh.. sibuk amat kamu...."
"nggak mau ngobrol sama mereka aja...? lumayan kan sesama lawyer..?"
"ha..? kok..? kamu mau udahan dulu...?"
"nggak juga... biasa aja... ya kali aja kamu mau ngobrol sama mereka.."
"lah.. May.. kamu knp sih..? kalo mau udahan dulu juga gpp.."
"Nggak... ya kamu kenapa gak ngobrol sama mereka aja..?"
"hahaha... kamu ngusir...?"
"nggak... nanya aja..."
"ha...? aneh ah... ya aku gak pengen aja..."
"iya kenapaaa...?"
"ya aku lebih pengen ngobrol sama kamu aja.. lagi pengen ketawa.."
"katanya si dewi lucu.."
"but i love smiling because of you more than her..."
................... Damn.... I'm blushing.........
Monday, November 13, 2006
I'm hanging on.. with my smile..
“Panji mau tunangan loh akhir bulan ini… Nikahnya nanti bulan Mei tahun depan...“
"O ya...? Ibu tau dari mana...?“
"Tadi ibu ketemu bapaknya....“
"................................................“
"Nduk.... kamu dengerin ibu nggak sih...?“
".............................. Iya aku denger... good for him..“
There was nothing I can do.. termenung untuk beberapa saat… grabbed my cell phone.. whining to my closest friends about it…
I blame myself about my story.. how I became a fool for him.. how I let him stepped on my heart.. how I still have this clear image about him after all these years… and how I cant forget that he’s the first guy.. who put a butterfly in my stomach..
"O ya...? Ibu tau dari mana...?“
"Tadi ibu ketemu bapaknya....“
"................................................“
"Nduk.... kamu dengerin ibu nggak sih...?“
".............................. Iya aku denger... good for him..“
There was nothing I can do.. termenung untuk beberapa saat… grabbed my cell phone.. whining to my closest friends about it…
I blame myself about my story.. how I became a fool for him.. how I let him stepped on my heart.. how I still have this clear image about him after all these years… and how I cant forget that he’s the first guy.. who put a butterfly in my stomach..
I got confused for a while.. but oddly.. there was no tears.. separuh diri saya seakan tidak mengenali diri saya sendiri.. mengapa saya tdk menangis…?
Brushed my teeth.. washed my face.. went to bed room.. grabbed my blanket..
Tempat tidur saya mungkin satu2nya saksi hidup perjalanan hidup saya.. tempat saya termenung dengan seribu pertanyaan yang tidak ingin saya jawab.. atau saya tidak ingin ada yg menjawab.. just put my questions over there please.. and don’t touch it..
Mata saya perih sekali.. mengantuk... but my mind kept wondering… what…? Why…? Where…?
Dia… the first guy who put a butterfly in my stomach.. who made my worlds turning.. yang memperkenalkan saya dengan penantian.. bertahun2.. yang memperlihatkan saya senyuman terindah disaat saya membutuhkannya.. I gave him my heart.. but he turned his back at me.. walked away.. Left me all alone.. why…?
Dia.. Pria kedua dalam hidup saya.. tempat saya pertama kali mengenal kata ‘berpasangan’.. tempat saya belajar dan mengerti betapa mencintai tidak harus menerima.. 3 years full of love... tempat saya belajar akan kehadiran wanita lain.. he turned his back at me… walked away.. Left me all alone.. why..?
Dia.. The third guy in my life.. yang mempersilahkan saya masuk dalam pelukannya.. menyadarkan saya bahwa singkatnya waktu tidak dapat mengurangi cinta saya.. memberikan tawa2 renyah yang selalu mendampingi saya setiap hari.. mengingatkan saya bahwa cinta tidak selalu harus memiliki.. mengingatkan dia betapa saya tidak dapat memilikinya.. he turned his back at me.. walked away.. Left me all alone.. why…?
Somehow I realized… bukan karena mereka saya bersedih.. bukan mereka alasan untuk saya menangis… saya menangisi diri saya sendiri… mengasihani hati saya sendiri.. after all this time.. I’m the one who got hurt… mengapa mereka yang terlebih dahulu mendapatkan kebahagian..? mengapa mereka yang lebih dahulu mengecap indahnya dunia…?
Beep.. 1 Messages received…
“God is preparing sumthin good & special for you May.. That’s why it’s taking quite bit longer for you to get there.. hang on baby.. I’m hangin on with you..”
Detik itulah air mata mulai menyapa saya.. sedih..? tidak juga.. air mata yang mentertawakan diri saya.. I just became a drama queen again.. Mungkin memang belum saatnya saya dipertemukan dengan kebahagiaan itu.. Saya hanya seperti seorang anak kecil yang baru saja menangis akan permen saya yang jatuh..
A friend once told me.. “Semua pasti indah pada saatnya..”
Beep.. 1 Message received..
“Lagi ngapain kamu May…? Udah tidur ya…? Sleep tight pretty.. =) Let me know when u’re awake tmrw..”
I smiled.. saya tdk tau apakah ini ‘saat’ itu.. But I can see how God makes it clear on me… I will get my happiness.. I might have it now.. or later.. I don’t know.. mungkin dengan kehadiran ‘dia’ yang lain.. atau kehadiran teman yang duduk bersila disebelah saya.. Bottom line.. God’s giving me my smile.. I’m not alone… So that’s why I'm hanging on here.. =)
Brushed my teeth.. washed my face.. went to bed room.. grabbed my blanket..
Tempat tidur saya mungkin satu2nya saksi hidup perjalanan hidup saya.. tempat saya termenung dengan seribu pertanyaan yang tidak ingin saya jawab.. atau saya tidak ingin ada yg menjawab.. just put my questions over there please.. and don’t touch it..
Mata saya perih sekali.. mengantuk... but my mind kept wondering… what…? Why…? Where…?
Dia… the first guy who put a butterfly in my stomach.. who made my worlds turning.. yang memperkenalkan saya dengan penantian.. bertahun2.. yang memperlihatkan saya senyuman terindah disaat saya membutuhkannya.. I gave him my heart.. but he turned his back at me.. walked away.. Left me all alone.. why…?
Dia.. Pria kedua dalam hidup saya.. tempat saya pertama kali mengenal kata ‘berpasangan’.. tempat saya belajar dan mengerti betapa mencintai tidak harus menerima.. 3 years full of love... tempat saya belajar akan kehadiran wanita lain.. he turned his back at me… walked away.. Left me all alone.. why..?
Dia.. The third guy in my life.. yang mempersilahkan saya masuk dalam pelukannya.. menyadarkan saya bahwa singkatnya waktu tidak dapat mengurangi cinta saya.. memberikan tawa2 renyah yang selalu mendampingi saya setiap hari.. mengingatkan saya bahwa cinta tidak selalu harus memiliki.. mengingatkan dia betapa saya tidak dapat memilikinya.. he turned his back at me.. walked away.. Left me all alone.. why…?
Somehow I realized… bukan karena mereka saya bersedih.. bukan mereka alasan untuk saya menangis… saya menangisi diri saya sendiri… mengasihani hati saya sendiri.. after all this time.. I’m the one who got hurt… mengapa mereka yang terlebih dahulu mendapatkan kebahagian..? mengapa mereka yang lebih dahulu mengecap indahnya dunia…?
Beep.. 1 Messages received…
“God is preparing sumthin good & special for you May.. That’s why it’s taking quite bit longer for you to get there.. hang on baby.. I’m hangin on with you..”
Detik itulah air mata mulai menyapa saya.. sedih..? tidak juga.. air mata yang mentertawakan diri saya.. I just became a drama queen again.. Mungkin memang belum saatnya saya dipertemukan dengan kebahagiaan itu.. Saya hanya seperti seorang anak kecil yang baru saja menangis akan permen saya yang jatuh..
A friend once told me.. “Semua pasti indah pada saatnya..”
Beep.. 1 Message received..
“Lagi ngapain kamu May…? Udah tidur ya…? Sleep tight pretty.. =) Let me know when u’re awake tmrw..”
I smiled.. saya tdk tau apakah ini ‘saat’ itu.. But I can see how God makes it clear on me… I will get my happiness.. I might have it now.. or later.. I don’t know.. mungkin dengan kehadiran ‘dia’ yang lain.. atau kehadiran teman yang duduk bersila disebelah saya.. Bottom line.. God’s giving me my smile.. I’m not alone… So that’s why I'm hanging on here.. =)
