DuniaAramaya

I'm just an ordinary woman.. who lives in this ordinary world.. with this extra ordinary imagination & Dream..

Sunday, January 28, 2007

tunggu sebentar

Tik tok... tik tok... tik tok...
Sebentar... tunggu sebentar...

Tik tok... tik tok.. tik tok...
Sudah kubilang tunggu sebentar.. aku belum siap...

Tik tok.. tik tok... tik tok...
Pernahkah aku tidak menunggumu...?

Tik tok... tik tok.... tik tok...
Sudah... sudah hampir selesai...

Tik tok... tik tok... tik tok... tik tok... tik tok... tik tok....
Bangsat! kau tinggalkan aku juga...

Tik tok....
Tik tok....
Tik tok....

Saturday, January 13, 2007

Sahabatku Dalam Bisu

Candamu tentang ceritaku..
Isi hari-hariku..
Yakinkan saat kukatakan rindu..
Sahabatku dalam bisu..

*dedicated for thomas..*

Thursday, January 11, 2007

Jangan Kau Pilih Aku

Tawa renyahmu seperti hujan yang saya tunggu selama 4 musim kemarau... pelepas dahaga atas kerinduanku akan cinta.. Candamu tentang seperti apa anak-anak kita nanti seperti buku dongeng yang belum pernah kubaca.. "Pasti mereka nantinya gendut-gendut ya may...? kayak kamu... hahaha..." sakit..? tidak... ketika kauucapkan itu dengan elusan lembutmu ditelapak tangan ini..

Kerlingan mata yang selalu kau sertai dengan buaian disukmaku.. duniaku memang tidak begitu indah... tapi takkan seindah ini tanpa rasa ini...

Petir menyombongkan pendarnya...

"Jangan kau pilih aku untuk mendampingimu nanti.... kau berhak yang lebih baik..." kau belai wajahku dengan lembut...

Hatiku berteriak... meronta bagai angin.. kutundukan kepala penuh rinduku... kutarik semua perih... "Aku tidak akan memilihmu.."

Wednesday, January 10, 2007

Sebenarnya... Vas itu sudah pecah...

Mau kau lihat dari sudut mana lagi...? Vas itu sudah pecah...
Mau kau tambal dengan apa lagi...? Vas itu sudah hancur...
Mau kau tutupi dengan apa lagi...? Vas itu sudah memberikan wajah busuk..
Mau kau genggam dengan apa lagi...? Vas itu sudah menggenggam ajal...

Hancurkan saja sekalian... kemudian sapu semuanya hingga bersih...
Atau mungkin...
Kepura-puraan bisa membantu.. bersikap bodoh bahwa vas masih indah..
Seperti yang kau dan aku lakoni selama ini....

Tapi sebenarnya... Vas itu sudah pecah...

Monday, January 01, 2007

Itulah Beda Kita..

"Jadi...? siapa menurutmu yang salah...?"
"Ah...? tidak ada..."
"Nggak mungkin... kamu mau menyalahkan aku...? kopi..?"
"Menyalahkan kamu...? untuk apa...? Toh aku yang menginginkan hal ini.. boleh.. tanpa gula..
"Panas atau hangat..?"
"Ada yang salah disini.. tapi bukan salah siapapun.. hangat saja..."
"Yang keras sedikit May bicaranya.. aku nggak begitu dengar..."

Pernahkah sekalipun kau mendengar siulan dihatiku...? Sekali saja...

"Ada yang salah... tapi bukan salahku.. ataupun salahmu..."
"Apa yang salah...?"
"Kita memimpikan hal yang berbeda..."

Mimpiku tidak sulit... sebenarnya...

"Memang apa beda mimpi kita..? ini kopimu.. hati2 tumpah..."
"Thanx... Kamu memimpikan seorang wanita... yang bisa memberikan seluruh lerung hidupnya untukmu.."
"Memangnya kamu tidak meninginkan itu...?"
"........ Hanya itu yang selama ini kuinginkan..."
"Terus...? apa beda kita....? Aww... sial.. masih panas..."

Dunia belumlah sempurna selama tidak berputar indah dengan kehadiranmu ditengahnya... Pernahkah kau berpikir... bahwa terkadang.. aku memiliki dunia jua...?
"Kok kamu hanya menatapku may...?"
"Perhatiankah aku selama ini...?"
"Iya... dan terima kasih untuk itu semua...?"
"Taukah kamu apa warna kesukaanku...?"
"May... masa hal sekecil itu juga harus aku hafal... Ayo lah... selama ini kan kamu tau & bisa mengerti... Aku tidak punya waktu sebanyak itu untuk hal2 yang terlalu kecil.... masalahku terlalu banyak may...."
Kutatap rumput yang bergurau di luar... kutarik nafas yang dalam... terlalu dalam... Ingin kutitipkan kebosanan ini padanya... Ingin aku menggeliat bebas... hanya untuk diriku...
"May... Jadi apa inti dari semuanya...?"
Kuberikan senyum termanisku padanya... senyum termanisku yang terakhir.. untuknya...
"Itulah beda kita...."
Kubisikan asaku pada burung gerja yang melintas ditengah perjalanan pulang... Ya... aku gagal... lagi... Tapi setidaknya.. aku tidak menitikkan air mata kali ini... mereka bahkan tidak berusaha untuk menyapaku... jadi... Yah.. aku baik-baik saja... Kupersembahkan senyum termanisku untuk matahari itu... Setidaknya.. aku yakin ia tau... Merah adalah warna kesukaanku...