DuniaAramaya

I'm just an ordinary woman.. who lives in this ordinary world.. with this extra ordinary imagination & Dream..

Saturday, April 21, 2007

Nagabonar & Saya

Sore ini saya lewati dengan bernostalgia di 'theater XXI' bersama sang bunda.. saya pandangi semua gambar2 film yang ada.. sampai berhenti disatu gambar.. dengan dedi mizwar dan tora sudiro disana.. HA!! Nagabonar.. ok.. boleh dicoba.. kita harus mendukung hasil karya anak negeri juga bukan..? Dengan sedikit berharap (walaupun tetap tidak bisa berpura2 menjadi optimis) bahwa film Indonesia yang kali ini benar-benar punya arti cerita.. bisa menggelitik rasa.. bisa membuat rongga diparu saya berhenti sejenak.. persis seperti seluruh rasa saat saya lihat christine hakim sebagai seorang pejuang yang tidak pernah mau berkata 'kalah' di film Tjoet Nyak Dien..
Apa yang saya dapat..? Gerilya perang akan pertanyaan batin.. tundukan malu karena hina..
"Kalau kau berada pada jaman saya dulu, kamupun akan memberi hormat pada patung itu.." (Nagabonar)
"Apa ada pahlawan saat ini..?" (Saya)
"Turunkan Tanganmu Jendral.. Untuk siapa penghormatan itu kauberikan..?" (Nagabonar)
"Tundukan badanmu sedikit saat dia lewat.. dia yang mempengaruhi seberapa banyak nasi diperiukmu.." (Kegilaan Saya)
"Tegakkan badan saya..! Tegakkan badan saya..! saya ingin melihat sang merah-putih sampai pada puncaknya..!!" (Nagabonar)
"Gila.. upacara ini muali tidak masuk akal.. gila kalau aku sampai pingsan disini.." (Kesombongan Saya)
Betapa tipis rasa nasionalisme didada ini.. rongga tempat putaran nafas.. aliran darah.. Gila.. maafkan saya negaraku.. tapi... tidak tau lah...

Tuesday, April 17, 2007

Terus pentaskan tarian indahmu..

Tarian lebih indah saat kugenggam tangannya, setiap helai kain ini terbang mengikuti ilusi hangat yang menerpanya.
"Ayo.. sedikit lagi.."
"Aku capek.. sudah berhenti saja ya...?"
"Sedikit lagi.. jangan mudah menyerah.. tarian ini mudah.."
"Tapi aku sedang bersedih.."
"Putar kakimu lebih cepat.. sedih akan lari melalui helai kainmu.."
Putaran satu.. dua.. hembusan nafas mulai menata ruang di hatiku. Lukisan hina melayang disekeliling. Tangis lemah sedikit terdengar.. sedikit.. tapi terdengar.. Kuhentikan tarian, kugenggam tangan itu. Terlalu erat kurasa..
"Aku ikut eyang saja ya...?"
"Untuk apa..? sudah.. disini saja..."
"Aku mau ikut.. aku harus ikut eyang..."
"Baru setengah tarian yang kau perlihatkan.. pentasmu masih belum usai.. temui aku saat seluruh penonton menepukkan tangannya.. dan tirai menutup indah balutan bahagiamu.. Saat itulah kau akan sadari.. pedih itu memang sudah menjadi bagian dari tarian indahmu.."
****************
Dedicated to : Eyang Abdullah Barabah..
Too many things to tell.. too many things to cry.. too many efforts i've made just to know you better.. and yet.. tears are always the answer.. And i'll never stop saying "i wish you were here.."

Hati Gila..

"Mimpi iku ojo kegeden nduk.. nggarai edan.."

Aku sudah cukup gila....

"Nek ngarep ojo ngoyo nduk... nggarai senewen.."

Aku sudah tak berakal...

Tak kupercayai indra kehidupanku.. kubunuh hati terdalamku..

Cinta sedalam lautan...?
Rindu seluas samudra..?
Hati setinggi langit...?
Kasih selurug raga..?

Samudra yang meluluhlantahkan jiwaku.. langit yang menginjak saat kuterbuai.. raga yang merobek saat kubergantung.. laut yang menarikku lebih dalam saat kutenggelam...

Kupernah terbang dengan sayap lebih besar dari milikmu saat ini.. kupernah terbang lebih tinggi dari ini...

Tidak.. saya tidak ingin terbang tinggi lagi sekarang...

Terima kasih atas sayap kecilmu... bawalah aku pergi.. hanya dengan tetap menapak pada bumiku...