Itulah Beda Kita..
"Jadi...? siapa menurutmu yang salah...?"
"Ah...? tidak ada..."
"Nggak mungkin... kamu mau menyalahkan aku...? kopi..?"
"Menyalahkan kamu...? untuk apa...? Toh aku yang menginginkan hal ini.. boleh.. tanpa gula..
"Panas atau hangat..?"
"Ada yang salah disini.. tapi bukan salah siapapun.. hangat saja..."
"Yang keras sedikit May bicaranya.. aku nggak begitu dengar..."
Pernahkah sekalipun kau mendengar siulan dihatiku...? Sekali saja...
"Ada yang salah... tapi bukan salahku.. ataupun salahmu..."
"Apa yang salah...?"
"Kita memimpikan hal yang berbeda..."
Mimpiku tidak sulit... sebenarnya...
"Memang apa beda mimpi kita..? ini kopimu.. hati2 tumpah..."
"Thanx... Kamu memimpikan seorang wanita... yang bisa memberikan seluruh lerung hidupnya untukmu.."
"Memangnya kamu tidak meninginkan itu...?"
"........ Hanya itu yang selama ini kuinginkan..."
"Terus...? apa beda kita....? Aww... sial.. masih panas..."
"Ah...? tidak ada..."
"Nggak mungkin... kamu mau menyalahkan aku...? kopi..?"
"Menyalahkan kamu...? untuk apa...? Toh aku yang menginginkan hal ini.. boleh.. tanpa gula..
"Panas atau hangat..?"
"Ada yang salah disini.. tapi bukan salah siapapun.. hangat saja..."
"Yang keras sedikit May bicaranya.. aku nggak begitu dengar..."
Pernahkah sekalipun kau mendengar siulan dihatiku...? Sekali saja...
"Ada yang salah... tapi bukan salahku.. ataupun salahmu..."
"Apa yang salah...?"
"Kita memimpikan hal yang berbeda..."
Mimpiku tidak sulit... sebenarnya...
"Memang apa beda mimpi kita..? ini kopimu.. hati2 tumpah..."
"Thanx... Kamu memimpikan seorang wanita... yang bisa memberikan seluruh lerung hidupnya untukmu.."
"Memangnya kamu tidak meninginkan itu...?"
"........ Hanya itu yang selama ini kuinginkan..."
"Terus...? apa beda kita....? Aww... sial.. masih panas..."
Dunia belumlah sempurna selama tidak berputar indah dengan kehadiranmu ditengahnya... Pernahkah kau berpikir... bahwa terkadang.. aku memiliki dunia jua...?
"Kok kamu hanya menatapku may...?"
"Perhatiankah aku selama ini...?"
"Iya... dan terima kasih untuk itu semua...?"
"Taukah kamu apa warna kesukaanku...?"
"May... masa hal sekecil itu juga harus aku hafal... Ayo lah... selama ini kan kamu tau & bisa mengerti... Aku tidak punya waktu sebanyak itu untuk hal2 yang terlalu kecil.... masalahku terlalu banyak may...."
Kutatap rumput yang bergurau di luar... kutarik nafas yang dalam... terlalu dalam... Ingin kutitipkan kebosanan ini padanya... Ingin aku menggeliat bebas... hanya untuk diriku...
"May... Jadi apa inti dari semuanya...?"
Kuberikan senyum termanisku padanya... senyum termanisku yang terakhir.. untuknya...
"Itulah beda kita...."
Kubisikan asaku pada burung gerja yang melintas ditengah perjalanan pulang... Ya... aku gagal... lagi... Tapi setidaknya.. aku tidak menitikkan air mata kali ini... mereka bahkan tidak berusaha untuk menyapaku... jadi... Yah.. aku baik-baik saja... Kupersembahkan senyum termanisku untuk matahari itu... Setidaknya.. aku yakin ia tau... Merah adalah warna kesukaanku...

0 Comments:
Post a Comment
<< Home